Bulan: Mei 2011

Antara Prinsip dan Keimanan

“Kalau sebuah kapal berlayar mengarungi samudera, ada satu alat yang tidak bisa ditinggalkan oleh kapal tersebut, yaitu jangkar. Jangkar ini berfungsi sebagai penahan kapal dari hempasan gelombang atau arus dan hempasan angin atau badai. Saking fitalnya jangkar, maka jangkar juga sering dijadikan simbol dunia kemaritiman. Kalau diri kita ini diibaratkan sebuah kapal yang berlayar mengarungi …

Antara Prinsip dan Keimanan Read More »

Yang Gratis Tapi Mahal

Hemmmmmh…. biasanya diman-mana juga yang gratis alias gretongan-mah ya super murah dan pasti meriah. Tapi itu kan biasanya, nah ini yang tidak biasanya yang mungkin sebetulnya ada disekitar kita tapi jarang terpikirkan oleh kita kalau yang hal tersebut itu gratis tapi disi lain ternyata juga mahal. Apa saja ya kira-kira yang gratis tapi mahal tersebut, …

Yang Gratis Tapi Mahal Read More »

Politik Dinasti

Kedinastian, “Onani Politik” di Era Pasca Reformasi

Sebelumnya saya mohon maaf kalau judul tulisan ini bisa dibilang terkesan tabu bagi sebagian orang  dan mungkin bisa dianggap agak vulgar. Tapi faktanya memang kondisi politik yang tidak sehat dan cenderung dalam pusara “kekeluargaan eksklusif” ini patut kita telanjangi secara vulgar, karena jika semakin lama dibiarkan maka bangsa kitalah yang menjadi bangsa yang vulgar dan …

Kedinastian, “Onani Politik” di Era Pasca Reformasi Read More »

Ketika Yang Tidak Lulus Lebih Tersenyum Dari Yang Lulus

Tiga tahun fase penempaan diri di kawah candradimuka Sekolah Menengah Atas (SMA) Sudah hampir selesai. Ujian Akhir sebagai “babak final” pengujian hasil gemblenganpun sudah dilalui. Tidak mulus-mulus amat memang prosesnya, tapi inilah Indonesia, kalau tidak dipaksakan mulus mungkin tidak akan punya budaya tambahan, meskipun budaya yang negatif. Hari yang dinantikan-nantikan, yaitu pengumuman hasil ujianpun semakin …

Ketika Yang Tidak Lulus Lebih Tersenyum Dari Yang Lulus Read More »

Tukang Becak + Blogger = Harry Van Yogya

Kayaknya nyeleneh ya judul tulisannya ?. Tapi tenang ko, saya tidak bermaksud mendiskreditkan profesi mulia pengayuh becak. Kenapa saya sebut mulia ? karena kemuliaan profesi tidak diukur dari tingginya jabatan dan pangkat, tidak juga dari nilai nominal yang dihasilkan. Melainkan saya lebih percaya cukup diukur dengan cara halal atau tidaknya profesi tersebut, serta pemanfaatan hasil …

Tukang Becak + Blogger = Harry Van Yogya Read More »

Scroll to Top