Faktor-faktor yang Membuat Diri Terbelenggu

Kita mungkin pernah terjebak di satu momen yang membuat kita seperti berada di dalam penjara. Atau mungkin sering tidak menyadari kebiasaan yang merugikan diri sendiri dan tetap saja kebiasaan dibiarkan betah di pikiran dan tindakan kita.

Membuat keputusan yang salah, kemudian menyesal, dan akhirnya menemukan diri sendiri dalam situasi yang sama. Seolah tidak ada pengaruh atas semua keputusan yang kita ambil untuk memperbaiki kehidupan. Kita selalu melangkah ke jalan keliru yang berulang.Terus terang saya pernah terjebak dalam situasi-situasi semacam.

faktor membelenggu
Ilustrasi (by Victor Bezrukov berlisensi Creative Commons Beratribusi – CC BY 2.0)

Berikut ini adalah beberapa faktor yang membuat diri kita terpenjara dan begitu sulit menjadi lebih baik.

Takut Gagal karena Terjebak di Zona Nyaman

Takut gagal berhubungan dengan semua bidang kehidupan, apakah itu hubungan, karir, atau sifat pribadi. Dalam satu bidang dapat menghambat kita dari hidup yang lebih bermakna karena terjebak oleh rasa takut dan tidak pernah bergerak di luar zona nyaman.

Ketika membuat keputusan berdasarkan rasa takut, kita telah membatasi diri dari berbagai potensi dan peluang. Pada dasarnya ketakutan adalah tentang menghindar dan menjaga posisi, tapi selebihnya malah bisa membentuk kita tidak memiliki pengalaman lebih. Jika ingin berkembang harus keluar dari zona nyaman, kalau itu terlalu ekstrim cukup merubah mindset kita dari “keluar dari zona nyaman” jadi “memperluas zona nyaman”.

Mengatakan “Gak Tau Harus Gimana Lagi

Kalimat tersebut tampaknya biasa saja, tapi begitu saya evaluasi tampaknya tidak lebih dari sebuah ungkapan menyerah. Saya rasa, kalimat ini merupakan sebuah sugesti yang buruk di saat kita membutuhkan injeksi inspirasi dan energi.

Banyak dari kita yang tetap terjebak pada situasi yang buruk tidak tahu persis apa yang harus dilakukan. Seperti takut untuk mengambil tindakan apapun.

Memvonis diri sendiri sudah “menyerah dan tak tahu lagi” solusi apa untuk melakukan sesuatu adalah buah pemikiran terburuk yang muncul di otak kita. Kita bisa belajar sesuatu dan mengembangkan keterampilan dan alat untuk menangkap apa yang kita inginkan. Sebuah istilah bijak ilmu pengetahuan mengatakan “Information is at our finger tips“.

Hindari merasa tak mampu memikirkan sebuah cara, pergilah dan kumpulkan informasi yang dibutuhkan. Pelajari semua yang didapat tentang apa yang diinginkan dan jangan ragu untuk mengambil tindakan dan meraih hasilnya !

Ego Meningkat

Musuh terburuk banyak orang adalah ego dan citra diri. Ketika terjebak dalam citra dan bagaimana orang lain memandang, kita punya peluang membuat pilihan yang salah arah. Ego menghalangi kita untuk menjadi diri sendiri yang sebenarnya dan merusak cara kita berhubungan dengan orang lain secara efektif.

Ego bisa menghambat kita dalam siklus mencoba untuk membuktikan diri kita layak, benar, dan sebetulnya benar-benar lebih baik daripada yang lain. Ini adalah pola yang akan membuat kita berpikir secara kaku. Cenderung menjadi menghakimi, over kritik, dan menyalahkan. Kita tidak akan menjangkau kekurangan atau mengakui kelemahan kita.

Kebiasaan Buruk

Namanya kebiasaan buruk, meski kecil kadang bisa menjadi penghalang utama untuk kesuksesan dan kebahagiaan. Sangat mudah untuk jatuh ke dalam pola yang tidak sehat ketika kita berada di bawah tekanan dan tidak fokus.

Kebiasaan apa yang sering Anda lakukan berulang meskipun Anda tahu bahwa itu bisa menyebabkan Anda gagal menjadi lebih baik ?

Kita harus rajin-rajin untuk memperhatikan tindakan sehari-hari diri sendiri dan memasukkan kebiasaan positif untuk menggantikan yang negatif.

Merusak Hubungan

Kita mungkin tidak menyukai semua orang yang kita temui, tapi ini bukan berarti kita harus membuat permusuhan. Kita bisa belajar untuk memiliki interaksi positif dengan orang lain, bahkan ketika kita tidak suka. Merusak hubungan hanya menjadikan kita terisolasi dari pergaulan dan menjauhkan kita dari koneksi berharga yang akan memupuk perkembangan dan kemajuan kita.

Abaiakan harapan bahwa orang lain memiliki sesuatu (sifat) sesuai yang kita sukai, lalu fokus pada memperlakukan orang lain seperti kita ingin diperlakukan.

Tidak belajar dari Kesalahan

Kita semua memiliki kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Ini adalah tentang bagaimana kita mengembangkan kebijaksanaan. Selama kita belajar sesuatu dari kesalahan kita, kita dapat menggunakan kegagalan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang.

Bersedia untuk belajar dari masa lalu diri sendiri dan mengenali diri sendiri akan meminimalisir terjadinya kesalahan di arah yang sama. Terus bergerak maju dalam menghadapi rintangan.

Penyangkalan

Penerimaan atas kelemahan, ketidakpastian apa yang akan terjadi, dan kesalahan adalah langkah pertama untuk bergerak maju, sekaligus sebagai katalis untuk bergerak melewati hampir semua hambatan. Ketika kita terbiasa dalam penolakan kebiasaan buruk dan kelemahan maka akan terjebak, karena kita tidak akan melakukan perbaikan.

Kesadaran akan kelemahan diri adalah sebuah berkah karena itu adalah cara kita dapat meningkatkan kapasitas diri. Jika kita tidak berbuat sebagaimana mestinya, harus segera memperbaikinya ! Jangan berpura-pura tidak tahu atau menanggap itu sebuah force majeure.

-oOo-

Semoga kita lebih peka terhadap perilaku negatif yang justru membuat diri kita sendiri terbelenggu. Kita semua memiliki kesempatan untuk memperbaiki hidup kita ketika kita mulai dengan kemauan untuk berbenah diri.

1 komentar untuk “Faktor-faktor yang Membuat Diri Terbelenggu”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *