Soal Pilihan Ganda yang Tidak Lebih Mudah dari Soal Esai

Dulu, atau tepatnya saat masih duduk di bangku sekolah, setiap kali ulangan selalu berharap bahwa soal yang diberikan adalah pilihan ganda. Langsung geram rasanya kalau diberi soal esai, apalagi kalau soalnya memang tidak terlalu banyak, tapi beranak-pinak.

Ada kesan bahwa soal-soal esai itu jauh lebih rumit dibanding soal-soal pilihan ganda. Tidak ada clue sebagai bahan untuk dianlisis dalam menjatuhkan arah mata pensil. Sepahit-pahitnya tidak ada yang bisa dihitung kancing. Walau kadang dari pilihan jawaban yang ada bisa saja salah semuanya. Ya, namanya juga buatan manusia.

Itulah dinamika pelajaran dalam ruang kelas. Sedikit berbeda rasanya dengan pelajaran pada kehidupan dalam ruang terbuka dengan segala kemungkinannya.

Dulu saya kira soal-soal esai itu selalu menyebalkan dibanding soal-soal pilihan ganda, ternyata kini saya merasa tidaklah demikian. Lini masa pergulatan hidup memberikan pelajaran bahwa soal-soal pilihan jauh lebih sulit dibanding soal-soal esai atau uraian.

Bagaimana tidak ? kita sering terjebak oleh pilihan-pilihan yang harus diambil dalam hidup, sengaja maupun tidak sengaja, sadar maupun tidak sadar. Setiap langkah adalah pilihan, dimulai dari matahari terbit kita sudah dihadapkan pada pilihan ; bangun atau terus tidur ? lalu kita memilih bangun karena sadar banyak hal yang harus kita lakukan. Bagaimana dengan yang tidur lagi ? tentu ada yang demikian, karena itu memang pilihan.

Nyaris, setiap detiknya kita selalu punya pilihan. Bukan hanya A, B, C, D, atau E, Tapi bisa tidak terbatas. Allah menganugerahkan akal, perasaan, dan kemampuan pada kita untuk bisa melakukan apapun melebih pilihan dari A sampai Z.

Kita dihadapkan pada pilihan jadi orang baik atau jahat, pilihan antara menunaikan kewajiban atau mengabaikannya, pilihan menjadi tepat waktu atau lalai, pilihan untuk bekerja keras atau malas, pilihan ada di zona hitam, putih, bahkan abu-abu. Kebebasan memilih memang hak yang luar biasa, sebanding dengan segala konsekuensinya.

Seringnya salah dalam menentukan pilihan hidup menandakan bahwa ‘soal pilihan’ dalam realita hidup itu tidaklah mudah. Segitu Allah sudah memberikan banyak petunjuk pada kita agar tidak salah dalam memilih, apalagi kalau kita tidak diberi petunjuk ?

Setelah salah dalam menentukan pilihan, lalu dengan mudahnya kita membuat uraian jawaban-jawaban ‘pembenaran’ untuk soal esai kehidupan. Jalan gelap kian melebar, jalan terang kian tertutup. Alih-alih disadarkan untuk memberi tanda ‘=’ pada pilihan yang sudah diambil agar bisa diperbaiki, ternyata jatah waktu kita sudah keburu habis.

Ya, jatah waktu kita dalam mengerjakan ujian hidup ini bisa jadi habis tanpa meraih nilai yang berarti, karena kita lebih banyak salah dalam memilih lalu dengan mudahnya menambah kesalahan tersebut dengan uraian pembenaran-pembenaran. Padahal, kita sudah diberi ‘bocoran’ yang benar.

Dikutip dari Ubur-Ubur Kabur, Devania Annesya mengatakan :

Terkadang hidup akan menjadi lebih mudah jika kita tidak dihadapkan pada banyak pilihan, benar bukan?

Nah, sekarang bagaimana menurut Anda ?

2 komentar untuk “Soal Pilihan Ganda yang Tidak Lebih Mudah dari Soal Esai”

  1. Kalau sekolah dulu, emang enaknya pilihan ganda, pilihannya ada 4 atau 5. Enak tinggal pilih yang paling benar, tapi kadang bingung ketika tinggal 2 pilihan yang terasa benar. Kalau soal esai, kebanyakan ngarang doang. 🙂

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *