No Comment No Cry

Hari masih sangat pagi, saya sendiri baru beres mandi. “Tuk !“, notifikasi tanda pesan Facebook di ponsel saya berbunyi. Begitu saya buka, kalimat dari si pengirim pesan tidak pakai basa-basi lagi “kang, saya udah 3 bulan ngeblog, ko masih jarang banget ya yang komen. Seminggu paling 1. Gimana sih caranya biar tulisan kita banyak yang komen ?“.

Saya merasa belum bisa menjawab secara jelas, gamblang, dan sistematik. Kemudia saya balas dengan apa adanya “Saya merasa belum bisa menjawabnya, Mas“. Tidak lupa emo “🙂” menyusul kemudian, biar tidak ada kesan saya membalas dengan jutek atau sinis.

Ah, ko sampeyan pelit bener Kang ?” dia membalas balik.

Saya balas lagi “Silahkan dilihat di blog saya Mas“.

Nahhh… gitu dong, saya juga kan bisa sekalian blog walking ke rumah mayanya Kang Rosid.

Selang beberapa menit dia mengirim pesan lagi

Kang, ko gak ketemu ya ? saya sudah ubek-ubek loh… judulnya apa ?. Yang ada saya malah baca-baca tulisan sampeyan yang gak ada hubungannya dengan soal komen-komenan

Tulisan saya yang gak ada hubungannya dengan komen-komenan itu banyak gak Mas yang komennya ?

“Sedikit, Mas”

Berarti saya tidak bohong kan pas tadi bilang ‘merasa belum bisa menjawabnya’ ? 😀 “

Oooo… lah saya kira di blogmu ada petunjuknya. Hahahaaaaa

Dari sedikit obrolan singkat itulah, akhirnya saya merasa perlu untuk menuliskannya disini.
Sulit dibantah memang, pada awal-awal ngeblog, setiap ada orang yang mengomentari tulisan kita memberi rasa kebahagiaan sendiri. Bisa jadi itu bukan hanya di awal-awal.

Ada yang berpendapat bahwa banyaknya komentar dipengaruhi oleh banyaknya pengunjung yang membaca tulisan kita. Saya setuju, tapi ada beberapa hal lain yang juga mempengaruhinya. Sebab masih ada situs-situs yang populer, pembacanya tinggi, tapi komentarnya sangat jarang.

Banyak faktor yang mempengaruhi orang lain untuk meninggalkan jejak di halaman blog kita selain karena trafiknya tinggi. Mari kita lihat satu persatu-satu.

Tulisan yang Menarik atau Kontroversial

Tulisan yang menarik mungkin menggoda untuk dibaca, tapi beda dengan tulisan yang kontroversial, orang tidak hanya tertarik membacanya, tapi juga tertarik untuk memberikan komentar, entah itu komentar yang sependapat ataupun kontra. Tulisan yang kontroversial biasanya diawali dengan judul yang menggelitik. Jadi, jangan heran kalau ada orang yang komentar tapi tidak terlalu nyambung bahkan tidak nyambung dengan isi tulisan, karena dia baru baca judulnya, belum baca isinya. Komentator semacam ini beda-beda dikit dengan bot spam.

Kemudahan Berkomentar

Seberapa mudah cara orang berkomentar di tulisan kita ? apa ini penting ? kalau Anda merasa butuh dengan komentar, ini penting. Orang cenderung malas berkomentar ketika ia harus memasukan Captcha atau pertanyaan angka keamanan. Apalagi kalau karakter Captcha-nya sangat sulit dibaca. Salah, diulang, salah, diulang, menjengkelkan !.

Orang cenderung malas juga berkomentar kalau harus login, sementara ekosistem komentatornya tidak terlalu banyak.

Menyematkan Facebook Comment di bawah tulisan bisa jadi alternatif, karena ketika seseorang sedang online di komputer atau selular, biasanya sedang login juga di Facebooknya.

Ekosistem yang Besar dan Aktif

Anda butuh perjuangan dan proses yang ekstra jika berharap banyak komentar, sementara blog Anda di-host sendiri. Lihatlah, blogger-blogger beken yang self host itu telah memulai perjuangannya dari beberapa tahun yang lalu, dengan ratusan bahkan ribuan tulisan, sehingga wajar jika hari ini tulisannya selalu dipenuhi komentar. Jangan ciut juga, karena tulisan yang jumlahnya ratusan itu tetap dimulai dari 1 karakter huruf/angka.

Cara lainnya yang tidak terlalu berat seperti self host, masuklah ke ekosistem yang besar dan aktif, seperti Kompasiana atau WordPress. Di dua platform community ini, setidaknya tulisan kita bisa muncul sebagai “Tulisan Terbaru”, dan itu memberi peluang untuk dibaca dan dikomentari secara langsung (karena status login) oleh blogger lain di ekosistem yang sama.Tentu saja, seberapa menarik atau seberapa kontroversial tulisan kita akan berpengaruh.

Ekosistem yang besar tidak hanya soal platform, bisa juga soal komunitas. Anda bisa melihat bagaimana interaksi antar blogger-blogger muda yang tergabung di Kancut Keblenger sangat tinggi. Nama komunitasnya memang nyeleneh, tapi ini segmen yang sangat kuat. Kalau Anda ikut lomba blog dengan salah satu poin penilaiannya ‘komentar yang banyak’, siap-siaplah untuk memeras keringat ketika bersaing dengan para ‘kawancut‘ (sebutan member Kancut Kebelenger).

Timbal Balik

Berharap tulisan sendiri banyak yang dikomentari, tidak masalah, tapi jadi kurang etis kalau kita sendiri jarang bahkan tidak pernah berkomentar di tulisan orang lain. Jalan-jalanlah ke blog milik orang lain, lalu baca, kemudian berikan komentar yang nyambung, jangan cuma “nice post, kunjungi balik ya www.blablablabla.com“. Sekedar tambahan saja, yang komentar seperti itu di blog saya langsung ditandai sebagai spam.

Meskipun di dunia maya, yang menulis dan yang komentar (seharusnya) adalah manusia. Pasti akan memberi kesan tersendiri jika itu dilakukan secara aktif. Ini akan memberi ikatan emosional untuk terbentuknya persaudaraan antara sesama blogger.

Saya sudah berkomentar berkali-kali di blog dia, tapi dia belum berkomentar juga di blog saya !

Sabar bro, nembak cewek aja kadang butuh perjuang berkali-kali agar bisa menarik perhatian dia. Apalagi, kalau yang berusaha menarik perhatian dia bukan cuma kita sendiri.

Interaktif

Empat tahun lalu, saya menggunakan blog sebagai media penjualan layanan provider internet. Orang banyak yang tertarik, lebih tertarik dari situs perusahaan provider internet itu sendiri. Alasannya satu, setiap komentar atau pertanyaan yang masuk di kolom komentar selalu ditanggapi.

Logikanya begini ; ketika saya melihat komentar orang lain yang ditanggapi oleh penulisnya, maka sayapun yakin komentar saya juga agak ditanggapi. Kemudian, setelah komentar saya ditanggapi maka pembaca berikutnya akan melihat jika komentar saya dan yang lainnya ditanggapi, akhirnya tertariklah dia untuk ikutan berkomentar. Secara simultan, ini akan menjadi ekosistem yang besar. Bahkan antar pembaca bisa saling berbalas komentar.

Informasi Terbaru pada Bidang yang Adiksinya Tinggi

Contoh bidang yang adiksinya lumayan tinggi adalah teknologi dan otomotif. Beberapa blog yang punya komentar banyak, beberapa diantaranya mengulas bidang ini. Karena saya sebut ini contoh, artinya masih ada segmen-segmen lain yang populer dan setiap informasi terbarunya menjadi magnet untuk dibaca dan dikomentari.

Tidak ada yang komentar bukan berarti harus bersedih, no comment no cry !. Albert Camus bilang “Mereka yang menulis dengan jelas memiliki pembaca, Mereka yang menulis samar-samar memiliki komentator.

Selamat menulis, tetap update blogmu !

3 komentar untuk “No Comment No Cry”

    1. Wohohohohooo… mantap kali itu si kaligata. Tanda-tanda bahwa untuk kasus sehari-hari orang langsung berburu solusinya di internet.

      Bisa ditambahain lagi nih, yaitu menulis sesuatu yang banyak dibutuhkan oleh orang lain sebagai jawaban/solusi atas masalah yang dihadapi. 🙂

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *