Fakta Sesungguhnya Tentang Napza

Narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya yang dibedakan menjadi 3, yaitu Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya.

Penyebaran Narkoba kini sudah tidak bisa dicegah. Sudah sangatlah mudah bagi pada remaja atau masyarakat Indonesia mendapatkan barang haram ini. Anak remaja saja bisa mudah mendapatkan Narkoba. Karena pengedar narkoba mencari mangsa langsung ke sekolah, genk yang sering nongkrong, diskotik dan tempat-tempat lainnya.

Peran orang tua lah yang menjadi faktor terpenting agar anak tak mudah terjerumus menggunakan Narkoba. Pada masa transisi, orang tua harus lebih peka dan lebih dekat dengan anak agar dengan mudah bisa terarahkan.

Fakta tentang Narkoba:

1. Ada 3 jenis narkoba

Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainnya. Masing-masing jenis mempunya golongan yang berbeda-beda. (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 tahun 1997)

Narkotika

  1. Narkotika golongan I : adalah narkotika yang paling berbahaya, daya adiktif sangat tinggi menyebabkan ketergantunggan. Tidak dapat digunakan untuk kepentingan apapun, kecuali untuk penelitian atau ilmu pengetahuan. Contoh : ganja, morphine, putauw adalah heroin tidak murni berupa bubuk.
  2. Narkotika golongan II : adalah narkotika yang memilki daya adiktif kuat, tetapi bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : petidin danturunannya, benzetidin, betametadol.
  3. Narkotika golongan III : adalah narkotika yang memiliki daya adiktif ringan, tetapi dapat bermanfaat untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : codein dan turunannya.

Psikotropika

  1. Golongan I : adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sangat kuat untuk menyebabkan ketergantungan, belum diketahui manfaatnya untuk pengobatan, dan sedang diteliti khasiatnya seperti esktasi (menthylendioxy menthaphetamine dalam bentuk tablet atau kapsul), sabu-sabu (berbentuk kristal berisi zat menthaphetamin).
  2. Golongan II : adalah psikotropika dengan daya aktif yang kuat untuk menyebabkan Sindroma ketergantungan serta berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh : ampetamin dan metapetamin.
  3. Golongan III : adalah psikotropika dengan daya adiktif yang sedang berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: lumubal, fleenitrazepam.
  4. Golongan IV : adalah psikotropika dengan daya adiktif ringan berguna untuk pengobatan dan penelitian. Contoh: nitra zepam, diazepam.

Zat adiktif lainnya

Zat adiktif lainnya adalah zat – zat selain narkotika dan psikotropika yang dapat menimbulkan ketergantungan pada pemakainya, diantaranya adalah :

  1. Rokok
  2. Kelompok alkohol dan minuman lain yang memabukkan dan menimbulkan ketagihan.
  3. Thiner dan zat lainnya, seperti lem kayu, penghapus cair dan aseton, cat, bensin yang bila dihirup akan dapat memabukkan

2. Efek penggunaan Narkoba

Ganja/ Mariyuana/ Kanabis

Efek yang ditimbulkan termasuk euforia, santai, keringanan stres dan rasa sakit, nafsu makan bertambah, perusakan pada kemampuan bergerak, kebingungan, hilangnya konsentrasi.

Penggunaan dalam waktu jangka panjang dapat berakibat penyakit pernapasan, kanker yang berkaitan dengan merokok dan jumlah sperma yang rendah dan bahkan nafsu seks yang berkurang. Juga ketergantungan psikologis pada obat tersebut menyebabkan kenaikan tingkat iritasi, hilangnya ingatan, ketidak-seimbangan emosional, berkurangnya motivasi, paranoia dan serangan kecemasan, dan juga ada kaitannya dengan sakit jiwa dan schizophrenia pada pengisap berat.

Kokain

Penggunaan kokain dapat menimbulkan risiko tinggi terhadap pengembangan ketergantungan fisik dan fisiologis. Perilaku yang lazim selama dibawah pengaruh kokain dapat termasuk hiperaktif, keriangan, dan bertenaga, ketajaman perhatian, percaya diri dan kegiatan seksual yang meningkat. Pengguna ini juga dapat berperilaku tidak berpendirian tetap, merasa tidak terkalahkan dan menjadi agresif dan suka bertengkar. Kondisi yang dapat mematikan dapat terjadi dari kepekaan yang tinggi terhadap kokain atau overdosis secara besar-besaran. Beberapa jam setelah pemakaian terakhir, rasa pergolakan dan depresi dapat terjadi.

Penggunaan Kokain Jangka panjang efek yang ditimbulkan yaitu sakit jiwa akibat kokain yang biasanya ditandai dengan perilaku beringas, agresif dan khayalan paranoid juga gangguan tidur, disfungsi seks, stroke, kejang-kejang otot dan gagal ginjal. Di samping itu, menghirup obat tersebut merusak membran hidung, yang pada akhirnya bisa menyebabkan rusaknya sekat hidung. Menyuntikkannya bisa menyebabkan rusaknya jaringan.

Ekstasi/ Dolphin/ Black Hear/ Gober/ Circle K.

Sering digunakan sebagai alat penghayal tanpa harus berhalusinasi. tablet ini diproduksi khusus untuk disalahgunakan yaitu untuk mendapatkan rasa gembira, hilang rasa sedih, tubuh terasa fit dan segar.

Sudah banyak bukti yang menyatakan bahwa penggunaan ekstasi yang berulang-ulang menyebabkan neurotoksin pada otak. Para pengguna berat adanya gejala-gejala depresi (seperti kelesuan dan suasana hati yang berubah-ubah), kemampuan berkonsentrasi yang menurun dan rusaknya ingatan. Ini disebabkan oleh serotonin di dalam otak berkurang akibat penggunaan ekstasi.

Pada penelitian Partodiharjo menjelaskan bahwa Ekstasi dapat merusak otak dan memperlemah daya ingat. Ekstasi merusak mekanisme di dalam otak yang mengatur daya belajar dan berpikir dengan cepat. Terbukti dapat menyebabkan kerusakan jantung dan hati. Pemakai teratur telah mengakui adanya depresi berat dan telah ada kasus-kasus gangguan kejiwaan.

Alkohol

Adalah zat aktif yang terdapat dari berbagai jenis minuman keras. merupakan zat yang mengandung etanol yang berfungsi memperlambat kerja sistem saraf pusat, memperlambat refleks motorik, menekan pernafasan, denyut jantung dan mengganggu penalaran dan penilaian. Meskipun demikian apabila digunakan pada dosis rendah alkohol justru membuat tubuh merasa segar (bersifat merangsang).

3. Efek Yang ditimbulkan

Berdasarkan efeknya, narkoba tersebut bisa dibedakan menjadi tiga:

Depresan

Yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin.

Depresan menimbulkan pengaruh yang bersifat menenangkan. Dengan obat ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat burukl ainnya.

Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran.

Jenis stimulan ini berupa Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi. Stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifatmerangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasaterus bersemangat tinggi, selalu gembira,ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampaimenimbulkan kematian.

Halusinogen

Efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanaman seperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain itu ada juga yang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyak dipakai adalah marijuana atau ganja Halusinogenik seperti marijuana atau ganja, mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal.

Efek samping timbul justru efek yang tidak menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.

Refrensi:

http://www.drugs.health.gov.au

http://bnn.go.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *