Sebuah Kewajiban Biasa yang (Terasa) Jadi Luar Biasa (Tanya Kenapa)

Persis 3 tahun lalu, tepatnya tanggl 18 Mei 2011, saya menulis sebuah artikel di blog ini dengan judul “Yang Gratis Tapi Mahal“. Salah satunya adalah KEJUJURAN. Ya, untuk jujur itu kita tidak perlu bayar, tapi kejujuran itu saat ini nilai jualnya melebihi berton-ton emas 24 karat. Padahal, jujur itu sendiri semestinya adalah sebuah kewajiban yang biasa saja, dengan catatan semua orang : jujur.

Sama seperti kekayaan, menjadi biasa saja ketika semua orang dalam keadaan kaya.

Kondisi ini mirip dengan kinerja kepala pemerintahan. Ketika kinerjanya ada pada posisi ‘on the track’ yang sebetulnya memang itu sudah menjadi kewajibannya. Kita, melalui corong media, akan menganggap itu sesuatu yang luar biasa. Padahal, andai kata semua kepala pemerintahan itu ‘on the track’, semuanya akan biasa saja kan ? karena memang sudah demikian seharusnya.

Baru-baru ini ramai beredar dan jadi perbincangan foto pramugari Garuda Indonesia yang melakukan salat di kursi paling belakang ketika ia punya waktu senggang. Apresiasi datang dari masyarakat Indonesia dan lebih-lebih lagi dari Malaysia, karena yang memotret dan pertama kali mengungahnya ke Facebook adalah penumpang asal Malaysia.

Hampir sebagian besar orang, termasuk saya, takjub ! Padahal, jika ditelisik lebih jauh… ini adalah sesuatu yang biasa. Dimana seseorang menjalankan sebuah ritual yang memang diperintahkan dalam agamanya dan berlaku bagi semua pengikutnya. Wajib melaksanakan bagi yang mengimaninya.

Dari rangkaian-rangkaian “sesuatu yang biasa terlihat jadi luar biasa” itu ternyata memang ada realita kritis dalam kehidupan kita saat ini, yaitu langkanya kejujuran, langkanya pemimpin yang bertanggungjawab sesuai amanahnya, dan langkanya ketaatan terhadap kewajiban sebagai manusia beragama.

Kelangkaan itulah yang membuat sesuatu yang gratis menjadi mahal, sesuatu yang (sebetulnya) biasa menjadi luar biasa.

Selamat berjuang menjadi “manusia langka” !

1 komentar untuk “Sebuah Kewajiban Biasa yang (Terasa) Jadi Luar Biasa (Tanya Kenapa)”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top